Nasehat adalah kewajiban umat beriman dan misi para nabi dan rasul (QS 7:68; 7:93). Rasulullah SAW, mengingatkan bahwa banyak umat yang binasa akibat ketidakpedulian mereka terhadap nasehat. Bahkan beliau SAW menegaskan agama sebagai praktek memberikan nasehat kepada umat Islam. Artinya, nasehat dijadikan alat (tool) yang utama darikebenaran, umpan balik (feed back) kejujuran dalam masyarakat Islam.
Persaudaraan dan kecintaan merupakan kelanjutan dari keimanan seseorang. Jika kita mencintai saudara seiman, ukuran kecintan ialah berapa banyak nasehat yang ikhlas diberikan padanya. Karena menyayangi orang lain berarti bertanggung-jawab untuk menunjukkan kesalahan mereka. Memang, sahabat yang diperlukan dalam hidup ini adalah sahabat setia yang mau memberikan nasehat bila melihat saudaranya khilaf dan salah. Khalihah Umar RA. pernah berkata: "Semoga Allah merahmati siapa yang memberitahu kesalahanku. Kesalahan itu kuanggap hadiah". Beliau melihat kesalahan sebagai hadiah baginya. Sebenarnya, kesalahan bukan saja hadiah yang sangat berharga, tetapi
juga sesuatu yang tak dapat diabaikan.
Nasehat sebagai umpan balik
"Orang mu'min itu adalah cermin terhadap orang mu'min yang lain" (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Menurut nabi Muhammad SAW, seorang mu'min adalah cermin bagi saudaranya. Di cermin kita melihat bayangan kita dengan tepat dan jelas. Maka, kita harus melakukan yang sama ketika memindahkan gambaran tersebut kepada saudara seiman melalui nasehat. Ingatlah,
kita berbuat sesuatu tanpa kemampuan untuk meneliti diri kita sendiri. Ini adalah kelemahan kita. Tetapi Allah SWT menutupi kelemahan itu dengan menghadirkan saudara mu'min yang lain sebagai cermin antara satu dengan yang lain. Melalui perbuatan mereka kita dapat melihat perbuatan kita.
Nasehat adalah komunikasi dua arah (103:3). Setiap mu'min harus siap memberi dan menerima nasehat. Keduanya memerlukan kekuatan pribadi. Orang yang dinasehati mestilah menerima dengan hati dan pikiran terbuka, senyuman yang berseri dan rasa syukur, diikuti dengan kesungguhan untuk memulai memperbaiki diri.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan nasehat:
• Menyampaikan dengan ikhlas dan kasih sayang
• Tidak menunjukkan kesalahan di depan orang banyak
• Sabar dalam melihat perubahan
• Tugas kita adalah memberi nasehat dan ia akan berhasil hanya dengan izin Allah
By Jundia of Anonim
| URGENSI DAKWAH | for everyone |
Umat Islam sekarang ini sedang berusaha bangkit. Namun berbagai julukan yang tidak baik ditujukan kepada umat Islam di berbagai belahan dunia. Kondisi ini sangat bertolak belakang sekali dengan masa-masa kejayaan Islam dahulu. Peradaban Islam yang begitu tinggi pernah mewarnai dunia. Berbagai analisa yang telah dilakukan para ulama tentang penyebab kemunduran umat Islam, merujuk kepada satu sebab yaitu jauhnya umat Islam dari Al-Qur`an. Al-Qur`an yang telah disediakan oleh Allah sebagai petunjuk hidup manusia, sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan.
- Al-Fahmu ad-Daqiq (Pemahaman yang rinci)
- Al-Iman al-`Amiiq (Keimanan yang dalam)
- Al-Hubb al-Watsiiq (Kecintaan yang kokoh)
- Al-Wa`yu al-Kaamil (Kesadaran yang sempurna)
- Al `Amal al-Mutawashil (Kerja yang kontinyu)
- DR. Fadhl Ilahy, Menggugah Semangat Berdakwah, Khazanah Ilmu.
- Jum`ah Amin Abdul Aziz, Fiqh Dakwah, Citra Islami Press
- Panduan aktivis Harokah, Pustaka Al-Ummah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar