Sabtu, 18 Juli 2009

AgAma itu NASehat (HR . MusLim)

Nasehat adalah kewajiban umat beriman dan misi para nabi dan rasul (QS 7:68; 7:93). Rasulullah SAW, mengingatkan bahwa banyak umat yang binasa akibat ketidakpedulian mereka terhadap nasehat. Bahkan beliau SAW menegaskan agama sebagai praktek memberikan nasehat kepada umat Islam. Artinya, nasehat dijadikan alat (tool) yang utama darikebenaran, umpan balik (feed back) kejujuran dalam masyarakat Islam.

Persaudaraan dan kecintaan merupakan kelanjutan dari keimanan seseorang. Jika kita mencintai saudara seiman, ukuran kecintan ialah berapa banyak nasehat yang ikhlas diberikan padanya. Karena menyayangi orang lain berarti bertanggung-jawab untuk menunjukkan kesalahan mereka. Memang, sahabat yang diperlukan dalam hidup ini adalah sahabat setia yang mau memberikan nasehat bila melihat saudaranya khilaf dan salah. Khalihah Umar RA. pernah berkata: "Semoga Allah merahmati siapa yang memberitahu kesalahanku. Kesalahan itu kuanggap hadiah". Beliau melihat kesalahan sebagai hadiah baginya. Sebenarnya, kesalahan bukan saja hadiah yang sangat berharga, tetapi
juga sesuatu yang tak dapat diabaikan.


Nasehat sebagai umpan balik
"Orang mu'min itu adalah cermin terhadap orang mu'min yang lain" (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Menurut nabi Muhammad SAW, seorang mu'min adalah cermin bagi saudaranya. Di cermin kita melihat bayangan kita dengan tepat dan jelas. Maka, kita harus melakukan yang sama ketika memindahkan gambaran tersebut kepada saudara seiman melalui nasehat. Ingatlah,
kita berbuat sesuatu tanpa kemampuan untuk meneliti diri kita sendiri. Ini adalah kelemahan kita. Tetapi Allah SWT menutupi kelemahan itu dengan menghadirkan saudara mu'min yang lain sebagai cermin antara satu dengan yang lain. Melalui perbuatan mereka kita dapat melihat perbuatan kita.

Nasehat adalah komunikasi dua arah (103:3). Setiap mu'min harus siap memberi dan menerima nasehat. Keduanya memerlukan kekuatan pribadi. Orang yang dinasehati mestilah menerima dengan hati dan pikiran terbuka, senyuman yang berseri dan rasa syukur, diikuti dengan kesungguhan untuk memulai memperbaiki diri.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan nasehat:
• Menyampaikan dengan ikhlas dan kasih sayang
• Tidak menunjukkan kesalahan di depan orang banyak
• Sabar dalam melihat perubahan
• Tugas kita adalah memberi nasehat dan ia akan berhasil hanya dengan izin Allah


By Jundia of Anonim


Blog EntryURGENSI DAKWAHJan 11, '08 2:53 AM
for everyone

Umat Islam sekarang ini sedang berusaha bangkit. Namun berbagai julukan yang tidak baik ditujukan kepada umat Islam di berbagai belahan dunia. Kondisi ini sangat bertolak belakang sekali dengan masa-masa kejayaan Islam dahulu. Peradaban Islam yang begitu tinggi pernah mewarnai dunia. Berbagai analisa yang telah dilakukan para ulama tentang penyebab kemunduran umat Islam, merujuk kepada satu sebab yaitu jauhnya umat Islam dari Al-Qur`an. Al-Qur`an yang telah disediakan oleh Allah sebagai petunjuk hidup manusia, sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan.

Kejauhan umat Islam dari Al-Qur`an ini disebabkan oleh dua faktor yaitu kondisi intern umat Islam sendiri dan adanya upaya dari pihak luar. Kondisi intern ini yaitu kondisi dimana umat Islam tidak lagi mengacuhkan Al-Qur`an sebagaimana telah dilansir oleh Allah dalam Qs.25:30. Al-Qur`an hanya dijadikan sebagai simbol saja. Disamping itu juga memang ada pihak luar yang ingin menjauhkan umat Islam dari pedoman hidupnya yang pada akhirnya umat Islam tidak lagi mempunyai kekuatan. Dua hal ini menyebabkan umat Islam sendiri tidak mengenal Islam dengan baik, misalnya terjadi pemisahan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Bahkan banyak umat Islam yang justru kehilangan harga diri, merasa diri rendah (imperiority complex). Pada akhirnya umat Islam kehilangan kepribadiannya. Kepribadian Islam tidak lagi tercermin dari umat Islam. Inilah tugas berat para du’at untuk mendekatkan kembali umat Islam dengan Al-Qur`an untuk digunakannya sebagai pedoman dalam kehidupannya.
Pentingnya Dakwah
1. Merupakan kebutuhan yang mendesak, karena tanpa dakwah manusia akan rusak dan tanpa aturan. Di lain pihak banyak penyeru kearah kebatilan yang tidak henti-hentinya juga mengajak kepada kebatilan.
2. Merupakan kebutuhan sosial, yaitu dengan alasan :
- Karena manusia membutuhkan orang yang menjelaskan kepada mereka apa-apa yang diperintahkan oleh Allah (36:6;17:15).
- Karena kondisi kehidupan umat saat ini diwarnai oleh kerusakan moral, dan para pelakunya ingin agar kerusakan tersebut tersebar di masyarakat (4:89;9:67).
3. Merupakan kewajiban yang dituntut syar`i:
- Dakwah adalah wajib atas setiap muslim (3:104,110; 9:71). Dari Nu`man bin basyir r.a, dari Nabi SAW bersabda, Perumpamaan orang yang senantiasa melaksanakan hukum-hukum Allah dan orang yang terperosok didalamnya adalah laksana orang-orang yang membagi tempat dalam suatu bahtera, dimana ada sebagian orang yang duduk diatasnya, adapula yang duduk dibawahnya. Ketika orang-orang yang ada dibawahnya memerlukan air, tentu mereka harus melintasi orang-orang yang ada dibagian atas. Kemudian mereka berkata "Kami akan lubangi saja bagian bawah ini". Jika orang yang berada di atas membiarkan apa yang diinginkan orang yang di bawah, niscaya akan binasalah semua. namun bila mereka mencegah perbuatan itu maka akan selamatlah semua.
- Dari Abu Sa`id al khudri r.a, ia berucap Kudengar Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, ubahlah dengan hatinya. Dan yang demikian itu selemah-lemahnya iman". (HR. Imam Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu majah)
4. Adanya ancaman bagi yang tidak mau berdakwah (2:174; 3:187; 16:44).
5. Merupakan tugas kita untuk meneruskan misi perjuangan para nabi dan rasul (42:13).
Keutamaan Dakwah
Merupakan perbuatan/perkatan yang terbaik (41:33; 33:45-46).
Merupakan salah satu jalan menuju kebaikan. Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menyuruh kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka." (HR. Muslim).
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali r.a, "Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu itu lebih baik daripada unta merah." (HR. Muttafaqun`alaih)
Dakwah merupakan aktivitas yang mulia dan luhur, tetapi juga merupakan kewajiban yang berat. Agar dakwah ini berhasil ia membtuhkan pribadi yang tangguh untuk memikulnya. Untuk itu dibutuhkan faktor-faktor pendukung keberhasilan dakwah, yaitu sebagai berikut :
  1. Al-Fahmu ad-Daqiq (Pemahaman yang rinci)
  2. Al-Iman al-`Amiiq (Keimanan yang dalam)
  3. Al-Hubb al-Watsiiq (Kecintaan yang kokoh)
  4. Al-Wa`yu al-Kaamil (Kesadaran yang sempurna)
  5. Al `Amal al-Mutawashil (Kerja yang kontinyu)
REFERENSI
    • DR. Fadhl Ilahy, Menggugah Semangat Berdakwah, Khazanah Ilmu.
    • Jum`ah Amin Abdul Aziz, Fiqh Dakwah, Citra Islami Press
    • Panduan aktivis Harokah, Pustaka Al-Ummah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar